Panglima TNI angkat bicara soal prajurit TNI vs Polwan hingga ancam hancurkan HP
Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa. Foto: Antara
Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa angkat bicara soal video yang beredar di jejaring media sosial soal prajurit TNI yang dikabarkan memukul seorang Polwan.
Adapun kejadian tersebut menimpa polwan yang bertugas sebagai anggota Disamapta Polda Kalteng menjadi korban kekerasan.
Terkait insiden itu Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa menegaskan bakal memberi sanksi jika prajurit TNI terbukti melanggar aturan.
“Saya akan proses hukum,” ucap Jenderal Andika saat ditanya soal viral prajurit TNI diduga pukul Polwan di Kalteng, mengutip Detik pada Selasa, 7 Desember 2021.
Jenderal Andika sendiri mengaku baru saja mendapat informasi tersebut. Namun pihaknya memastikan bakal segera melakukan penyidikan terhadap kasus tersebut.
“Segera,” ucap Andika.
Insiden diduga prajurit TNI pukul Polwan
Berdasarkan informasi yang beredar, peristiwa bermula saat Bripda Tazkia Nabila Supriadi dan rekan-rekannya yang tergabung dalam tim pengurai massa (raimas) melaksanakan patroli KRYD pada Sabtu (4/12) pukul 22.30 Wib.
Patroli dilakukan di kawasan Jl Pameran Temanggung Tilung Palangkaraya dan sekitarnya.
Seusai patroli, dalam perjalanan tepatnya di Jalan Tjilik Riwut Km 02, tim melihat ada kerumunan. Bripda NLR yang menggunakan sepeda motor coba melerai. Tetapi mendapatkan perlawanan dari seseorang mengaku anggota Batalyon Rider 613 Antang.
Brida NLR dipukul di bagian bibir dan kepala belakang. Bripda Tazkia yang juga ada di lokasi, menjadi sasaran pemukulan di bagian kepala belakang dan luka memar di tangan kiri.
Setelah itu, anggota Raider yang datang ke lokasi semakin banyak. Hal itu membuat Ipda DA sebagai pimpinan di lapangan memanggil personel raimas yang standby membantu melerai kerumunan, tetapi kembali mendapatkan perlawanan berupa pemukulan. Polisi lainnya berinisial Bripda SRS juga mendapatkan pukulan di kepala.
Tidak disambut baik oleh Batalyon Rider 613 Antang hingga diancam hancurkan HP
Ipda DA kemudian memutuskan menarik mundur anggota raimas untuk selanjutnya melaporkan kejadian itu ke Provos Batalyon Rider 613 Antang.
Namun sayangnya aduan tersebut tidak direspons dengan baik dari petugas piket. Jawaban didapat tak ada prajurit yang keluar pada malam itu. Malah saat seorang personel rainmas merekam suasana, diancam akan dihancurkan ponselnya.
Lantaran mendapat respons tidak baik, Ipda DA memerintahkan anggotanya kembali ke mako Ditsamapta Polda Kalteng dan melaporkan kepada pimpinan.
Belum ada Komentar untuk "Panglima TNI angkat bicara soal prajurit TNI vs Polwan hingga ancam hancurkan HP"
Posting Komentar